Header Ads

Bupati Dapawole hadiri Rakesda Provinsi NTT tahun 2019



LintasbatasIndonesia.com,  Kupang  -  Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat dr. Bonar B. Sinaga hadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi NTT Tahun 2019 dengan tema "Kolaborasi Program Pembangunan Kesehatan antara Pusat dan Daerah Menuju NTT Bangkit dan Sejahtera dalam Bingkai NKRI" bertempat di aula Aston Hotel. Kamis, 25 April 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT saat membacakan Laporan Panitia menyampaikantujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk meningkatkan kolaborasi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dengan bantuan dari Pemerintah Pusat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Kadis Kesehatan menyampaikan pula 5 agenda dalam Rakesda Provinsi NTT tahun 2019, sebagai berikut :
1. Pencegahan penanganan stunting.
2. Percepatan penanganan kematian ibu dan anak
3. Percepatan pemberian imunisasi.
4. Penanganan HIV AIDS.
5. Percepatan pelayanan kesehatan yang merata ke seluruh wilayah NTT sebagai bentuk dukungan bagi peningkatan pembangunan diwilayah pariwisata dan perbatasan.

Sementara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodatkatakan, "kalau Bapak Presiden mampu turun sampai tingkat kabupaten, sebagai
Gubernur saya pun harus mampu sampai ke tingkat desa. Begitu pula dengan para Bupati harus bisa mencapai sampai pada tingkat RT/RW".

"Apalagi para Kepala Dinas Kesehatan harus lebih cermat dan tepat sasaran yang mencakup seluruh masyarakat sampai pelosok dalam melihat situasi kemiskinan dan kurangnya tingkat kesehatan di seluruh wilayah NTT", tegas Viktor.

Gubernur juga menegaskan kepada seluruh pihak yang bergerak dibidang kesehatan agar lebih peduli, tulus dan sungguh - sungguh dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat serta lakukan sosialisasi secara berkesinambungan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Gubernur Laiskodat juga memberikan penekanan bahwa rumah sakit pemerintah harus mempunyai kualitas lebih baik dari rumah sakit swasta, bukan sebaliknya.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr.dr. Nila Moeloek mengatakan bahwa wilayah NTT adalah wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam, oleh karenanya kita harus bersyukur diberikan anugerah yaitu daun kelor yang terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan vitamin dalam daun kelor tersebut.

Menkes mengingatkan mengenai pemanfaatan kelor juga bermanfaat untuk mengurangi stunting di NTT. "Mari kita manfaatkan daun kelor secara baik bagi pemenuhan gizi bagi anak-anak kita", ajaknya.




"Mengubah perilaku masyarakat dengan paradigma sehat dan memanfaatkan kekayaan alam yg tersedia di wilayah NTT seperti sayur dan buah sebagai pemenuhan gizi dan mengurangi angka stunting", lanjutnya.

Menkes juga menyampaikan pentingnya penanganan penyakit menular karena menurut data UHH Indonesia masih di bawah Singapore, Thailand dan Malaysia dengan 71.48% pada angka kekurangan tingkat kesehatan dan penyumbang TBC terbesar ke 3 di dunia.

Dalam kesempatan diskusi ibu Menteri juga mengatakan bahwa hal-hal teknis mengenai insentif maupun pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat.

Nampak saat itu Pejabat dari Kementrian Kesehatan RI, Bupati/Walikota se Provinsi NTT, anggota Forkompinda se Provinsi NTT,
Kadis Kesehatan Provinsi NTT
Kadis Kesehatan beserta Jajaran se-Prov NTT.
(moi)


No comments

Powered by Blogger.