Header Ads

Ketum MPN Minta Prabowo Mencabut Pernyataannya Yang Menghina Profesi Wartawan


Ketua umum Majelis Pers Nasional (MPN) H. Umar Wirohadi SH. MH angkat bicara soal pernyataan Prabowo terkait jurnalis, H. Umar Wirohadi mendesak Capres nomer urut 02 Prabowo Subianto untuk segera meminta maaf kepada insan Pers atas penyataannya yang di nilai menghina/ merendahkan harkat dan martabat jurnalis.

Selain itu Prabowo yang di anggap merendahkan profesi jurnalis/wartawan, mengatakan, mengkritik profesi jurnalis (wartawan) tidaklah haram, itu boleh-boleh saja dan sah-sah saja dalam era demokrasi.

“Bagi saya terpancing atau tidaknya ndak jadi masalah, saya yakin itu lahir dari marwah insan pers yang sebenarnya dan patut diapresiasi Namun sebagai negara demokrasi yang berdasarkan hukum maka setiap kritik dan koreksi punya mekanisme dan jalur yang harus ditempuh. Sebagai politisi dengan jam terbang tinggi seperti Prabowo Subianto tentu tahu persis soal ini. Profesi Jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang (UU) No.40 Tahun 1999. tentang Pers,” kata H. Umar Wirohadi, Sabtu (9/12).

Ditambahkan Umar Wirohadi, orang bicara itu berasal dari kebiasaan, kalau orang bicara jelek ya akan keluar perkataan jelek dari mulutnya, mudah-mudahan perkataan pembohong itu bertuah sehingga orang-orang yang sekarang mendukung dia akan berbohong dan menghianati dia, “jawabnya dengan mengamini'

Prabowo harus diingatkan, pers adalah pilar demokrasi keempat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam kehidupan bernegara sehingga pernyataan Prabowo sangat menyinggung perasaan jurnalis bahkan melecehkan profesi jurnalis. Membangun narasi permusuhan kepada jurnalis adalah ‘kebodohan’ nyata mengingat Prabowo sedang menggalang dukungan untuk pencalonannya dalam Pilihan Presiden 2019.

Majelis Pers Nasional menuntut hal-hal sebagai berikut, Pertama, mendesak Prabowo segera mencabut pernyataan yang menghina, merendahkan profesi jurnalis sebagai ‘antek penghancur NKRI. Kedua, jika tidak, maka kami mengajak dan menyerukan kepada seluruh jurnalis se-Indonesia untuk memboikot seluruh pemberitaan tentang Prabowo. (Ony/Tim)

No comments

Powered by Blogger.