Header Ads

Kisah Humor: Pulang Ke Papua Saat Natal

CINCIN BERLIAN
Seorang istri merajuk kepada suaminya agar dibelikan mobil sebagai hadiah Natal. Tetapi si suami malah membelikannya cincin berlian yang luar biasa indahnya. Teman si suami terheran-heran dengan pilihannya.
Diam-diam dia bertanya, "Mengapa kamu justru membelikan istrimu cincin berlian, bukannya mobil?"
Si suami tersenyum, "Susah mencari mobil palsu."



PULANG KAMPUNG KE PAPUA WAKTU NATAL

Seorang pria di Mimika menelepon anaknya yang ada di Jakarta sehari sebelum malam Natal dan berkata, "Aku tidak bermaksud merusak harimu, tapi aku perlu kasih tahu kamu bahwa aku dan ibumu akan bercerai; sudah cukup aku menderita selama 45 tahun ini."
"Ayah ini ngomong apa sih?" teriak anak laki-lakinya.
"Kami tidak dapat bersama lagi," kata sang ayah. "Kami saling benci dan saya sudah muak membicarakan hal ini, jadi teleponlah kakak perempuanmu di Bandung dan ceritakan ke dia."
Dengan kalut, ia menelepon kakaknya, yang kemudian berteriak di telepon, "Mereka tidak akan bercerai! Aku akan menangani masalah ini."
Ia segera menelepon ke Mimika dan berteriak kepada ayahnya, "Ayah nggak akan cerai. Jangan lakukan apa pun sampai aku tiba di sana. Aku akan menelepon adik dan kami akan tiba di sana besok pagi. Jangan lakukan apa-apa sampai kami tiba di sana, mengerti?" Ia menutup teleponnya.
Pria itu menutup teleponnya dan berkata kepada istrinya, "Oke," katanya, "mereka akan pulang saat Natal dan mereka juga membayar ongkos perjalanannya sendiri!"



KAPAK
Seorang bocah merengek-rengek kepada ayahnya agar dibelikan pohon Natal. Setiap tahun, ayahnya berkata kepadanya "Aku tidak mau membayarnya." Tapi lama kelamaan bocah itu berhasil membuat ayahnya jengkel. Dia pun keluar rumah dengan membawa sebuah kapak. Tiga puluh menit kemudian, dia pulang membawa pohon Natal yang sangat besar. Anak itu terkejut karena ayahnya cepat sekali pulang dan dia bertanya, "Kok bisa Ayah menebangnya begitu cepat?"
Ayahnya menjawab "Oh. Pohon ini dari tempat penjualan pohon."
"Lalu kok Ayah bawa-bawa kapak?" tanya anaknya.
"Karena aku tidak mau membayarnya." balas Ayah. (t/Uly)



BUAT BELANJA
Suami: "Ma, Papa minta maaf. Natal tahun ini Papa tidak bisa beli kado apa-apa buat mama. Uang Papa sudah habis"
Istri: "Tidak apa-apa, Pa. Mama juga minta maaf, ya. Kemarin Mama pakai kartu kredit Papa buat belanja."
Suami: "$&^&*%^%!$*&????"



SAMA SAJA
Suami: "Apa yang kamu mau untuk hadiah Natal besok?"
Istri: "Aduh, Papa mau ngasi mama hadiah? Tumben amat...? Apa ya...? Hm... Mama sendiri tidak tahu."
Suami: "Baiklah kalau begitu. Papa beri waktu Mama satu tahun untuk mikir."



PELUPA
Pada malam Natal, Max pulang ke rumah dan berbicara kepada istrinya, Minnie, "Aku sangat terburu-buru di mall hari ini sampai-sampai aku lupa dua hal."
"Apa" tanya Minnie.
"Pertama," kata Max, "Aku lupa beli kertas kado."
"Ah, tidak apa-apa," kata Minnie. "Kamu tidak perlu bungkus kado untukku."
"Sebenarnya," kata Max, "kado itu hal yang kedua." (t/Uly)



KOMITMEN TAK TERCAPAI
Tahun 2008: Aku berkomitmen untuk selalu bangun pagi pukul 05.00 lalu bersaat teduh.
Tahun 2009: Karena aku tidak bisa menjalankan komitmenku pada tahun 2008, maka tahun 2009 ini aku akan menjalankannya.
Tahun 2010: Aku mempertimbangkan kembali komitmenku tahun 2008.



PENYERAHAN TAHUN BARU
Dua sahabat berdebat soal kehebatan komitmen mereka kepada Tuhan di tahun baru.
Anggi: Kamu kalah hebat ma aku, Ang! Komitmen aku untuk tahun yang baru ini adalah rela mengorbankan separuh tanah aku buat Tuhan. Separuh tanah aku akan aku kasih ke gereja kita. (tersenyum bangga)
Angga: Wah, emang hebat kamu, Nggi! Tapi kamu tetap kalah ama aku. Komitmen aku untuk tahun baru ini, aku tidak cuma merelakan tanah aku buat gereja, tapi juga seluruh hidup aku.
Anggi: Kok bisa?
Angga: Tahun ini aku diangkat jadi pendeta.



BANGUN PAGI
Dua hari menjelang tahun baru, Joni dinasihati oleh kakeknya, "Jon, mulai tahun baru nanti kamu harus bisa bangun pagi. Bangun pagi itu sangat bagus, banyak manfaatnya. Contohnya, kemarin kakek bangun pagi, jalan-jalan, dan menemukan kalung, gelang, serta cincin emas dalam sebuah kotak perhiasan."
Joni menyahut, "Pasti itu milik seseorang yang kehilangan benda-benda seperti itu tadi malam, Kek. Tadi orang itu menanyakan apakah aku melihat kotak perhiasan di sekitar sini."
Kakek membantah, "Ya tidak, lah."
Joni bertanya kembali, "Bagaimana Kakek tahu barang-barang itu bukan milik orang itu?"



SURATNYA?
Ketika seorang gadis kecil naik ke pangkuan seorang pegawai toko yang mengenakan kostum Sinterklas, seperti biasa, sang Sinterklas bertanya, "Hadiah apa yang kamu inginkan untuk Natal tahun ini?"
Dengan mulut ternganga, gadis kecil itu menatap si Sinterklas selama beberapa saat, lalu dia bertanya: "Apakah Anda tidak menerima surat saya?"

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.