Header Ads

Bukan Karna Tunggakan Biaya Administrasi Siswa MTs Hasanudin Pare Batal Ikut Ujian Semester, Namun Karena Tidak Memenuhi SKUA



KEDIRI, LINTASBATASINDONESIA.COM - Setelah beredar informasi dimedia sosial akun facebook terkait seorang siswa MTs Hasanudin Pare Kabupaten Kediri yang tidak boleh mengikuti ujian semester kenaikan kelas ,Ini penjelasan Kepala Madrasah MTs Hasanudin Pare Khoirudin. S. Ag "Bahwa peraturan atau program yang diterapkan di MTs Hasanudin Pare ini sudah menjadi keputusan dan peraturan yang ditetapkan oleh Kementrian Agama, dimana setiap akan menjelang ujian semester kenaikan, para peserta didik wajib memenuhi syarat SKUA (Standart Kopetensi Ubudiyah dan Akhlakul Karimah). Progran ini merupakan bagian dari mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) sebagai salah satu tujuan visi dan misi Madrasah mewujudkan pribadi yang Islami dan juga merupakan syarat bagi peserta didik agar bisa mengikuti ujian semester kenaikan .Kamis (7/6/2018.

Khoirudin ( Kepala Madrasah) saat ditemui tim media di Kantor MTs Hasanudin Pare pada hari Rabu pagi, (6/6/2018)  mengatakan "Bahwa Muhammad Khoirul belum mampu memenuhi syarat SKUA di MTs kami" padahal pihak sekolah sendiri sudah memberikan renggang waktu kepada Muhammad Khoirul untuk bisa menghafal beberapa mata pelajaran Mulok  Agama Islam bagian dari syarat SKUA. Bukan karena memiliki tunggakan biaya administrasi pihak sekolah melarang Muhammad Khoirul mengikuti ujian semester kenaikan .

Lebih lanjut Kepala Sekolah menerangkan, bahwa dirinya sama sekali belum bertemu langsung atau dikonfirmasi oleh pihak keluarganya terkait Muhammad Khoirul " Siapa yang datang ke sekolah dan bertemu dengan siapa" Ujar Khoirudin kepada tim media. Memang benar kata bendahara pihak keluarga Muhammad Khoirul datang kekantor hanya meminta rincian biaya saja habis itu langsung pulang,tapi tidak menemui saya.
Kepala Madrasah membenarkan bahwa Muhammad Khoirul memang memiliki tunggakan pembayaran administrasi selama 2 tahun ini. Namun sekali lagi saya jelaskan bahwa  bukan karena tunggakan biaya administrasi tersebut pihak sekolah tidak memperbolehkan Muhammad Khoirul mengikuti ujian semester kenaikan. Nyatanya dari kelas 7 hingga kelas 8 Muhammad Khoirul utuh belum membayar sama sekali kan masih bisa ikut ujian. Padahal dalam ujian semester kenaikan tahun ini pihak Madrasah sudah menyiapkan nomor ujian tanda peserta buat Muhammad Khoirul dengan nomor peserta 8a 019. Terang Khoirudin.


Setiap peserta didik baru diberikan materi SKUA untuk dipelajari dirumah sebelum ujian berlangsung" Muhammad Khoirul sendiri sampai hari pelaksanaan ujian semester tidak bisa menyelesaikan materi  SKUA nya. Masak surat Al Fatihah saja tidak hafal" kan sangat miris sekali" Terangnya Kepada tim media.
Pihak Madrasah sampai saat ini masih memberikan kebijakan kepada para peserta didik yang belum memenuhi syarat SKUA untuk bisa mengikuti ujian susulan "Pungkasnya.

Sebelumnya beredar informasi dimedia sosial" bahwa Muhammad Khoirul siswa kelas 8 MTs Hasanudin Pare tidak boleh mengikuti ujian semester kenaikan karena belum bisa membayar tunggakan Administrasi sekolahan selama 2 tahun, dimana pihak keluarga keponakan Muhammad Khoirul sudah mengkonfirmasi kepada pihak sekolahan untuk diperkenankan mencicil tunggakan biaya administrasi tersebut.
Menurut Lastri Kakak keponakan siswa saat ditemui tim media "menjelaskan bahwa dirinya kecewa dengan sikap pihak sekolahan , karena keponakannya tidak diberi perhatian atau kejelasan iya apa tidaknya untuk mengikuti ujian semester susulan pada tanggal 26 Mey 2018 bulan lalu yang telah disampaikan pihak sekolah setelah dikonfirmasi keluarganya.

Lastri menjelaskan bahwa Muhammad  Khoirul tinggal bersama kakek neneknya di Dusun Templek Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri sejak kelas 7 MTs Hasanudin Pare. Kedua orangtuanya pergi ke Kalimantan tanpa jelas. Sejak tidak boleh mengikuti ujian semester kenaikan, Muhammad Khoirul kini membantu kakaknya kerja disalah satu dibengkel di Pare (hr)

No comments

Powered by Blogger.