Header Ads

Cina - Indonesia Miliki Hubungan 'Khusus’ Demi Percepatan Ekonomi Dunia



Indonesia dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa merupakan negara paling besar penduduknya di Asia Tenggara dan ASEAN. Oleh karena itu, tujuan terpenting perdana menteri Cina ke Jakarta adalah memperluas hubungan ekonomi dan menguasai lebih besar pasar Indonesia. Mengingat kompetisi kekuatan baru ekonomi untuk menguasai berbagai pasar, maka tujuan kunjungan Li Keqiang ke Jakarta sangat penting.

Li Keqiang  di Jakarta mengatakan, hubungan Cina dan Indonesia setelah kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke Indonesia tahun 2013 terus berjalan dengan baik. Sementara itu, Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan menciptakan kondisi seimbang dalam hubungan perdagangan kedua negara menjadi prioritas pemerintah Jakarta.

Kepala pusat riset Asia Tenggara di Universitas Jinan, Cina mengatakan, “Perluasan hubungan ekonomi Cina dan ASEAN sangat menguntungkan kedua pihak. Sangat menguntungkan bagi Cina menciptakan kondisi yang diperlukan di hubungan bertetagga demi melaksanakan kebijakan pintu terbuka dan pembangunan modern negara ini. Kedua pihak tercatat sebagai mitra dagang keempat, dan setelah terbukanya zona bebas perdagangan, ekonomi kedua pihak juga akan mengalami kemajuan.”

Kunjungan perdana menteri Cina ke Indonesia juga dinilai penting berkaitan dengan krisis Semenanjung Korea dan transformasi positif setelah pertemuan pemimpin Korea Selatan dan Utara. Pertemuan dan langkah-langkah untuk menghapus tensi kedua Korea dengan cepat mengubah kondisi Semenanjung Korea dan hal ini menurut pandangan pemerintah Beijing membutuhkan dukungan penuh internasional. Khususnya menurut ASEAN, krisis atau perdamaian di Semenanjung Korea akan berpengaruh pada kawasan Asia Tenggara.

Fu Ying, pengamat isu-isu regional dari Cina mengatakan, “Hubungan Cina dan ASEAN harus dinilai sebagai hubungan dalam bentuk lain, karena di bawah bayang-bayang hubungan ini, negara-negara anggota ASEAN mampu melanjutkan laju ekonominya dan di sisi lain, intervensi negara-negara transregional di kawasan ini juga dapat ditekan.”

Dalam hal ini, kunjungan perdana menteri Cina ke Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah Beijing tengah memperkuat pandangan ke timurnya di kompetisi dan tensi ekonomi dengan Amerika. Hal ini karena Amerika dan negara-negara Eropa dengan meningkatkan bea cukai produk impor dari Cina tengah berusaha melindungi produk dalam negeri mereka. Sementara Cina mulai khawatir kehilangan sebagian pasarnya di Barat.

Dikabarkan pertemuan kali ini akan membahas diskusi penting mengenai investasi negara tirai bambu tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh menteri luar negeri, Retno Marsudi, pemerintah akan berusaha menekan defisit perdagangan agar angkanya semakin sempit. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kerjasama luar negeri, salah satunya adalah Cina. Pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan ekspor ke Cina. Diantara produknya adalah sawit, kopi, cokelat, sarang walet, dan lain-lain.

Selain itu, pembahasan yang juga diprediksi akan dibahas adalah tentang kelanjutan dari proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung. Mengenai hal tersebut, Menteri BUMN dan juga pejabat tinggi Cina telah meninjau pengerjaan kereta cepat tersebut. Proyek ini menjadi proyek kerjasama yang ditargetkan harus selesai lebih cepat.  (@)fokustoday
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.