Header Ads

MPN Dukung Tindakan Tegas Satpol PP Terhadap Tambang Liar


PASURUAN, LINTAS BATAS  - Dengan belum terselesaikannya tol Gempol - Pasuruan (Gempas) dan Pasuruan - Probolinggo (Paspro) memacu banyaknya cukong-cukong tambang berdatangan untuk berinvestasi.

Tapi investasi disini jangan dipandang sebagai investasi yang membuat roda perekonomian masyarakat bergerak maju dan banyak masyarakat yang diuntungkan. Ini investasi bodong dengan jalan membuka tambang tanpa ijin atau tambang ilegal.

Untuk menjaga kelangsungan tambang-tambang itu para cukong tambang menggunakan preman dan oknum TNI dan polisi untuk mengamankan usahanya.

Sebut saja di Kelurahan Grati Tunon. tambang ilegal yang pernah dibuka yang pada akhirnya ditutup oleh tim gabungan Satpol PP Kabupaten Pasuruan,  polisi  dan Polisi Militer mulai kemarin di buka lagi oleh oknum TNI yang sama.

Garis polisi dan patok yang pernah dipasang dicabuti oleh beberapa preman. Sekarang hari kedua mereka menambang dengan menggunakan dua alat berat jenis becho.

Ketua Umum Majelis Pers Nasional, H. Umar Wirohadi, SH, MM,  saat dihubungi melalui telepon celulernya mengatakan, di Gratitunon dan Prokimal kelihatan masih nekat buka. Memang saat ini bisnis tambang ilegal mencapai puncak keemasannya.

Dimana sekarang banyak dibutuhkan oleh proyek jalan tol. Semua penambang berlomba-lomba mengirim urukan ke proyek tersebut. Tapi sangat disayangkan, dengan adanya tambang ilegal itu banyak sekali kerusakan lingkungan dan jalan rusak yang ditimbulkan.

"Yang membuat saya geli adalah putra daerah mati-matian mengamankan tambang haram itu. Padahal dia sendiri yang menerima akibat dari kerusakan jalan itu. Semoga pihak yang berwenang jeli dan segera menangkap cukong tambang itu dan menyita alat beratnya," kata Umar dengan mengakhiri sambungan teleponnya.

Sementara Kasat Pol PP, Yudha mengatakan, sekarang sudah terbentuk tim monitoring. Yaitu terdiri dari Dinas Perijinan, DLH, Sat Pol PP Propinsi dan Sat Pol PP Kabupaten serta OPD terkait lainnya.

Tim sudah turun lapangan sudah sekitar 2 mingguan. Banyak temuan yang didapat di lapangan. Intinya, tambang ilegal banyak. "Kita nunggu rekomendasi temuan itu diberikan kepada kami. Kita akan tindak tegas. Oh ya, kita juga koordinasi dengan pihak kepolisian, " kata Yudha.

Lanjut Yudha, penambang bandel nantinya akan ditindak lanjuti pihak kepolisian. Bisa Polres Pasuruan Kabupaten/ Kota, bisa pula Polda Jatim. "Kami yang akan melaporkan ke kepolisian," tegas Yudha di ruang kerjanya. (Tim)
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.