Header Ads

Cangkruan Bareng Forkopimda Rool Model Solusi Penyelesaian Potensi Konflik


PACITAN  -  11/4/2018. Kegiatan Cangkruan Kamtibmas Bareng Forkopimda Pacitan dan KKP serta DKP Provinsi Jatim digelar di Ds.Jetak oleh Kapolres Pacitan Akbp Setyo K Heriyatno, S.H, S.I.K, M.H merupakan terobosan mencari solusi permasalahan yang terkait dengan Permen No. 56/2016 tentang pelarangan penangkapan Lobster, Minggu 8 April 2018.

Kegiatan yang mendatangkan Narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Agus Cahyadi yang sehari-hari menjabat sebagai Kabid Riset Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini sebagai wujud kepedulian Kapolres Pacitan terhadap warga nelayan yang berada di wilayah hukumnya, “saya jembatani permasalahan larangan pengambilan benur ini, apabila berlarut-larut situasi kamtibmas akan tidak kondusif, yang menikmati keuntungan besar adalah pedagang atau pengepul, sedangkan nelayan dengan mempertaruhkan nyawa menangkap benur di laut hanya mendapatkan ribuan perak/ekor”, tegas mantan Penyidik Bareskrim Polri.

Kapolres juga menjelaskan alur perdagangan Lobster mulai dari nelayan di pantai Lombok hingga pedagang yang ada di Singapura dan aliran dana yang mencapai miliaran rupiah.

Bupati Pacitan Drs. Endartarto yang didampingi para pejabatnya, menyambut baik inisiatif Kapolres Pacitan yang menjembatani mencari solusi permasalahan pro kontra dalam menyikapi larangan penangkapan benur, “terimakasih pak Kapolres yang telah membantu para nelayan mendatangkan narasumber dari KKP”, kata pak End.

Disamping itu Bupati juga menyampaikan pesan kepada warganya dalam bahasa Jawa, “ayo agawe adem ayem lan tentrem”, kata Bupati seraya menambahkan tugas memerintah itu bagaimana menyenangkan warganya, tapi tidak mudah.

Pada awal paparannya Kabid Riset yang didatangkan Kapolres, baru pertama datang ke Pacitan mengungkapkan kekagumannya terhadap alam Pacitan, “alamnya sejuk, pantainya indah banyak potensi yang dapat diekprorasi”, kata pak Aca, panggilan bekennya.

Penemu alat tangkap lebih 20 macam yang sudah dipatenkan ini dalam presentasinya menyampaikan berbagai potensi laut yang dapat dieksprorasi selain baby lobster, masih banyak jenis ikan yang ada di laut Pacitan.

Disampin menjelaskan berbagai potensi laut, Kabid Riset juga mendatangkan mitra usaha dari Pt. Mina Cottoni Java Penida, menawarkan alternatif budidaya berbagai jenis ikan yang dapat dikembangkan dengan cara yang mudah, “KKP siap memberikan penyuluhan terkait budidaya ikan dan pemasarannya”, tegasnya.

Penjelasan dari pejabat Forkopimda dan narasumber dari Kementerian Kelautan ini mendapat sambutan antusias dari ratusan nelayan pantai Pacitan yang memadati halaman tempat cangkruan, dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini.

Sebelum mengakiri sesi tanya jawab yang dipandu Akp S. Rosita Kasat Binmas Polres Pacitan, Komandan Kodim Letkol Kav. Aristoteles Hekang Kawitang, menyampaikan pesan moril untuk para nelayan, “ekosistem akan terganggu apabila salah satu jenis mahluk hidup ada yang punah, demikian juga benur/lobster”, jelas Dandim seranya menceritakan sejarah pulau Paska tanpa penghuni yang dulunya ramai berpenduduk.

Sebelum meninggalkan tempat cangkruan para hadirin yang hadir membubuhkan tanda tangan Deklarasi Damai sebagai wujut dukungan terhadap Permen 56/2016.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.