Header Ads

Aparat Keamanan Belum Berani Tangkap Cukong Tambang Ilegal Di Kabupaten Pasuruan


PASURUAN, LINTASBATAS -  Dengan belum  terselesaikannya Proyek tol gempol - Pasuruan dan Pasuruan - Probolinggo,  memacu banyaknya cukong cukong tambang /galian sirtu yang berdatangan untuk berinvestasi dengan mengeruk areal tanah yang digunakan untuk keperluan proyek Tol.

Namun sayangnya investasi para cukong-cukong sebagai investasi yang  hanya menguntungkan segelintir oknum saja. Perekonomian masyarakat Pasuruan tidak bergerak maju dan banyak masyarakat yang tidak diuntungkan. Kenapa? jawabannya adalah karena proyek tersebut merupakan investasi bodong dengan jalan membuka tambang tanpa ijin atau tambang ilegal.  Untuk menjaga kelangsungan tambang tambang itu para cukong tambang menggunakan preman dan oknum aparat keamanan untuk mengamankan inestasi dan usahanya yang ilegal tersebut.

"Sebut saja di kelurahan Grati Tunon,  tambang ilegal yang pernah dibuka yang pada akhirnya di tutup oleh tim gabungan satpol PP kabupaten Pasuruan., Polisi, dan Polisi Militer mulai, lalu kemarin di buka lagi oleh oknum yang sama." ujar H.Umar Wirohadi Ketua MPN. Dan lucunya,  garis polisi (Police Line) dan patok yang pernah dipasang dicabuti oleh beberapa preman, lanjut Umar, hari kedua mereka menambang dengan menggunakan dua alat berat jenis becho.

Ketua Umum Majelis Pers Nasional saat di hubungi melalui telepon celulernya mengatakan bahwa Memang saat ini bisnis tambang elegal mencapai puncak keemasannya dimana sekarang banyak di butuhkan oleh proyek jalan tol.  Semua berlomba lomba mengirim urukan ke  proyek tersebut, tapi sangat disayangkan dengan adanya tambang ilegal itu banyak sekali kerusakan lingkungan dan jalan yang ditimbulkan." katanya.

"Dan yang memvuat saya geli adalah putra daerah di Pasuruan yang mati matian mengamankan tambang haram itu,  padahal dia sendiri yang menerima akibat dari kerusakan-kerusakan yangan oleh penambangan ilegal  itu,  Semoga pihak yang berwenang jeli dan segera menangkap cukong tambang itu dan menyita alat beratnya" kata umar dengan mengakhiri sambungan teleponnya .  (jon)
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.