Header Ads

Pandam III Siliwangi Tegaskan TNI Siap Melindungi Ulama Dari Ancaman Kekerasan

BANDUNG – Sejumlah kasus kekerasan yang menimpa ulama dan tokoh agama, mendapat perhatian dari bebagai kalangan, termasuk dari kepolisian dan TNI. Satu di antaranya adalah dari Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo.

“Oleh karenanya Jumat kemarin, ketika ulama dari Bogor, Sukabumi, Cianjur, bersilaturahmi dengan Pangdam III Siliwangi, jajaran TNI siap bekerja sama dengan Polri melindungi ulama,” ujar Doni dalam acara Silaturahmi Bersama Ormas Islam dan Pesantren Jawa Barat dalam Rangka Menjaga Kondusivitas Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (11/2/2018).

Menurut Doni, aparat TNI dan kepolisian akan berkoordinasi untuk berpatroli di beberapa pondok pesantren, termasuk kediaman ulama.

Dengan begitu, diharapkan dapat memberi rasa aman pada ulama dan santri. Ia juga meminta pada ulama untuk selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan TNI.

“Ulama juga bisa membuka komunikasi dengan Kodim, Koramil, kami juga bekerja sama dengan kepolisian untuk membantu personel. Meski tidak 24 jam, diharapkan kehadiran TNI membantu Polri bisa memberi suasana tentram bagi ulama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya peran ulama di Indonesia.

Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan, berkaca pada cerita sejarah mengenai ulama dan santri yang ikut berjuang merebut kemerdekaan.

Perjuangan ulama dan santri bersama tokoh pergerakan lainnya sudah lebih dulu berjuang melawan penjajah sebelum TNI lahir pada 5 Oktober 1945.

“Ada kejadian yang baru kita rasakan, ada ulama mendapat perlakuan tidak pantas, yaitu diperlakukan menggunakan kekerasan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafe’i, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus penganiyaan ulama yang terjadi beberapa minggu lalu.

“Kami meminta kepolisian untuk mengusut kasus ini setuntas-tuntasnya sehingga masyarakat mendapat informasi sejelas-jelasnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, MUI juga menyampaikan apresiasinya pada pihak kepolisian. Rachmat mengatakan kepolisian bekerja cukup cepat dalam menangkap pelaku penganiyaan.

“MUI menghimbau pada masyarakat untuk menyerahkan penanganan pada pihak kepolisian. Mari kita jaga Jawa Barat tetap aman kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemprov Jabar yang memberikan perhatian pada ulama. Konsolidasi dan silaturahmi antara pemerintah, kepolisian, TNI, ulama, dan santri dinilai sangat penting untuk dilakukan.

Sebelumnya diberitakan terjadi dua kasus penganiyaan ulama. Kejadian pertama menimpa Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri.

Kejadian kedua menimpa Komandan Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto, yang akhirnya berujung pada meninggalnya Ustaz Prawoto. TRIBUNNEWS

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.