Header Ads

Wow, Di Madura Panen Jagung Introduksi Varietas Hibrida Mampu Dongkrak Keuntungan Hingga 300%


MADURA, LBI - Panen jagung hasil ubinan varietas HJ-21 yang telah diintroduksi oleh Badan Litbang Pertanian mampu menghasilkan produktivitas hingga 7,5 ton/ha.Jika sebelumnya produktivitas jagung lokal hanya mencapai 2-3 ton/ha,  jagung hasil ubinan varietas HJ-21mampu meningkatkan keuntungan hingga 300%.

Pengakuan itu disampaikan Kepala Seksi Budidaya dan Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian KabupatenPamekasan, Akhmad Muzaki,mewakili Kepala Dinas Pertanian KabupatenPamekasan dalam acara temu lapang dan panen bersama di Desa Bulay. Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (16/1).

Dikatakannya, budidaya jagung varietas ini lebih menguntungkan,karena petani dapat meningkat pendapatannya hingga tigakali lipat. Perbandingannya, jika besar keuntungan berkisar Rp 5 juta per ha untuk varietas lokal, untuk varietas jagung hibrida Balitbangtanpetani mampu meraup keuntungan hingga Rp 17 jutaper ha. “Sudah saatnya petani beralih dari menanam jagung varietas lokal ke varietas hibrida,” katanya.

Kegiatan panen jagung hibrida Balibangtan ini juga disertai dengan temu lapang yang dihadiri oleh Pasiter KODIM 0826, Camat, Kepala Desa, PPL serta BPTP Jawa Timur.

Pasiter KODIM0826, Samsul Ma’arif mengatakan, potensi jagung hibrida ini berpeluang besar untuk dikembangkan pada musim tanam (MT III) berikutnya,karena secara nyata menguntungkan. Selain itu, jajaran TNI siap membantu tercapainya target luas tambah tanam (LTT) untuk keberlanjutan swasembada pangan khususnya jagung.

Pelaksanaan panen dan temu lapang ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan demonstrasi area di lahan seluas 5 ha yang diinisiasi oleh BPTP Jawa Timur bersama petani setempat.

MewakiliKepala BPTP Jawa Timur, Tri Sudaryono menjelaskan, BPTP Jawa Timur sebagai bagian dari Badan Litbang Pertanian bertugas untuk memberikan pendampingan teknologi kepada petani jagung. Salah satunya melalui introduksi varietas jagung hibrida baru.

Introduksi varietas ini juga dilakukan dalam bentuk display beberapa varietas,antara lain Bima-9, Bima-14, Bima-20 dan HJ-21. Hasil ubinan dari berbagai varietas menunjukkan bahwa varietas HJ-21 dinilai cocok untuk dikembangkan di lokasi.

“Petani tidak perlu khawatir karena peluang pasar untuk jagung terbuka lebar, terutama untuk pasar pakan ternak. Potensi Madura sebagai lumbung jagung nasional sangat terbuka lebar dan jalinan kemitraan antara petani, produsen benih dan pabrik pakan perlu terus diperkuat,” katanya.

Menurutnya, antusiasme petani dalam kegiatan demonstrasi ini tampak jelas,karena mereka menganggap bahwa kegiatan ini tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan dari segi budidaya melainkan juga pendapatan yang diperoleh.

“Kami berharap di bulan Agustus mendatang ada kegiatan semacam ini dengan skala yang lebih luas,” ujar Sarwito salah seorang petani yang menjadi peserta demonstrasi. (ning)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.