Header Ads

Kodim 0819 Pasuruan Bersama Dinas Kesehatan Kab. Pasuruan Gelar Penyuluhan Penyakit Difteri


Pasuruan, LBI (29/01) Difteri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi bernama Coryne bacterium  ini, membuat rasa sakit di tenggorokan, demam, lemas hingga membengkaknya kelenjar getah bening.

Dalam rangka meminimalisir terjangkitnya penyakit difteri di lingkungan anggota TNI dan ASN serta keluarganya dari bahaya difteri Kodim 0819 Pasuruan di Aula Makodim 0819 Pasuruan Jl. Veteran No. 5 Kota Pasuruan dilaksanakan kegiatan "Penyuluhan Penyakit Difteri " yang diselenggarakan oleh Staf Teritorial Kodim 0819 Pasuruan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab. Pasuruan.


Penyuluhan yang diikuti +  100 orang personel tersebut terdiri dari anggota Prajurit Kodim 0819 Pasuruan dan Ibu Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 0819. Acara tersebut dihadiri oleh Kasdim 0819 Pasurua (Mayor Inf Subagya Pujiarno, S.Sos),  Pasiter Kodim 0819 Pasuruan (Kapten Czi Pono), Para Danramil jajaran Kodim 0819 Pasuruan, Kabid P2 Dinkes Kab. Pasuruan (Bpk. Agus Eko) dan dr. Rika Mariam (dokter Poskes Dim 0819 Pasuruan).

Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan sekaligus sambutan oleh Kasdim 0819 Pasuruan yang intinya bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan bertujuan untuk memberitahukan kepada seluruh keluarga besar prajurit Kodim 0819 Pasuruan mengenai salah satu jenis penyakit yaitu Difteri, penyakit Difteri ini sudah merambah di wilayah Pasuruan, oleh sebab itu, ditekankan kepada para prajurit yang hadir dalam penyuluhan ini, agar betul-betul memperhatikan apa-apa yang disampaikan oleh narasumber, dengan demikian, minimal para prajurit bisa mengantisipasi ataupun melakukan pencegahan dini aga keluarga kita tidak terjangkit penyakit Difteri.


Adapun sambutan dari dr. Rika Mariam, yang intinya menjelaskan apa itu Penyakit Difteri. Penyakit Difteri adalah Infeksi serius pada hidung dan tenggorokan yang mudah dicegah dengan vaksin. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.


Penyampaian sambutan selanjutnya dari Kabid P2 Dinkes Kab. Pasuruan yang intinya mensosialisasikan mengenai faksin untuk mencegah agar tidak terjangkit penyakit Difteri. Adapun vaksin yang digunakan adalah vaksin DPT. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Vaksin DTP termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Selanjutnya dapat diberikan booster dengan vaksin sejenis (Tdap/Td) pada usia 10 tahun dan 18 tahun. Vaksin Td dapat diulangi setiap 10 tahun untuk memberikan perlindungan yang optimal. Untuk melakukan pencegahan Difteri harus dilakukan ORI (Outbreak Responce Imunisation) yang artinya bahwa Penyakit Difteri hanya bisa dicegah melalui Imunisasi. Kegiatan selanjutnya sesi tanya jawab dan diakhiri dengan doa.

No comments

Powered by Blogger.